Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Oktober 2009

Bau Badan

Karena ruangan panas membuat karyawan kegerahan dan mulai merasakan bau badan yang tidak sedap. Keadaan semakin meruncing saat masing-masing saling melempar tatapan curiga.

Tak lama kemudian, seorang karyawan yang jujur berteriak sambil berusaha meraih kursinya, "Aduh baunya, siapa ya yang punya masalah dengan deodorant? Salah merk kali yang dibeli?"

Mendengar kalimat itu, Mamat spontan bicara, "Pastinya bukan aku, soalnya aku sedang tidak pakai!"

Bau Badan

Karena ruangan panas membuat karyawan kegerahan dan mulai merasakan bau badan yang tidak sedap. Keadaan semakin meruncing saat masing-masing saling melempar tatapan curiga.

Tak lama kemudian, seorang karyawan yang jujur berteriak sambil berusaha meraih kursinya, "Aduh baunya, siapa ya yang punya masalah dengan deodorant? Salah merk kali yang dibeli?"

Mendengar kalimat itu, Mamat spontan bicara, "Pastinya bukan aku, soalnya aku sedang tidak pakai!"

Minggu, 04 Oktober 2009

Serabi Nyetrum

Kios warung makan di Terminal Tirtonadi milik Lady Cempluk beberapa waktu lalu kedatangan temannya, seorang perantau yang jadi bakul bakso di Jakarta bernama Jon Koplo. Karena sudah sangat akrab, maka ketika akan kembali ke Jakarta, Koplo pesan pada Cempluk untuk nalangi membelikan serabi Notosuman untuk oleh-oleh.
Namun karena terlalu sibuk di warungnya, Cempluk baru membeli serabi satu jam sebelum keberangkatan Koplo. Ndilalah-nya, sampai di Notosuman ternyata antrean pembeli serabi cukup banyak.
Baru pada jam tiga kurang sepuluh menit Cempluk selesai mengemasi serabinya ke dalam kardus bekas wadah mi, lalu langsung meluncur ke Terminal Tirtonadi.
Sampai di terminal, ternyata bus yang ditumpangi Jon Koplo sudah berangkat. Cempluk terus meng-SMS Koplo dan dijawab masih ditunggu di Terminal Kartasura. Dengan perasan kemrungsung, Cempluk langsung mak sentheot, nyandhak kardus bekas wadah mi dan mak brabat, ngoyak Jon Koplo ke Kartasura.
Di Terminal Kartasura, Cempluk bisa bernapas lega ternyata bus yang ditumpangi Jon Koplo masih ngetem di situ. Cempluk pun menemui Koplo dan menyerahkan kardusnya bekas wadah mi itu sambil meminta uangnya, lalu kembali ke Terminal Tirtonadi.
Di sinilah peristiwa heboh itu terjadi. Sampai di kiosnya, Cempluk langsung diadang Tom Gembus, suaminya, yang akan membenahi jaringan listrik di kiosnya.
”Pluk, kamu tahu kabel dan peralatan listrik yang tak taruh di kardus mi? Ini ada kardus mi tapi isinya kok serabi?!”
Mak gragap, Cempluk njenggirat kaget, ”Ya ampuuu…n!!! Jadi… yang tak berikan Jon Koplo tadi…” Cempluk tak bisa meneruskan kata-katanya. Tubuhnya langsung lemes, lalu ndheprok dan thenger-thenger menyadari keteledorannya. Kiriman Soewarno, Jl Veteran No 89 RT 02/RW IV, Sukoharjo.
Sumber:Solopos

Doa Kok diralat

Lebaran kemarin, Jon Koplo warga Sanggrahan, Makamhaji, Kartasura ini benar-benar manglingi. Biasanya, bapak muda yang berprofesi sebagai tukang sampah di kampungnya itu berpakaian lusuh dengan sepatu botnya. Namun karena hari itu hari raya, Jon Koplo tampil bersih dan rapi, pakai baju koko plus kaca mata.
Seusai salat Id, Koplo pun ikut sungkem ke tetangganya.
”Iki sapa ta? Apa wong anyar?” tanya Bu Lady Cempluk seperti pertanyaan kebanyakan warga lain yang disungkemi.
”Kula Jon Koplo, Bu! Tukang sampah!” jawab Koplo malu-malu.
”Oalah! Tak kira ki sapa. Bul kowe ta!” kata Bu Cempluk sambil nggabloki Koplo. Sementara sang istri, Gendhuk Nicole, senang campur bangga melihat suaminya kelihatan ganteng.
”Kamu kelihatan muda, Mas! Kaca matamu itu lho yang membuat pangling!” puji Gendhuk.
Sungkeman berlanjut. Sekarang giliran ke rumah Mbah Tom Gembus, orang paling tua di kampungnya.
”Ngaturaken sugeng riyadi Mbah. Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan, kaliyan nyuwun donga!” kata Koplo ketika sungkem.
”Yoh, Le! Yen ana luputku ya apuranen. Tak dongakke rejekimu akeh, muga-muga gek ndang duwe bojo!”
Karuan saja yang ada di situ pada ketawa ngakak, tentu saja kecuali Gendhuk Nicole yang tampak mrengut.
”Kowe ki sapa ta Le, cah bagus?” tanya Mbah Gembus heran karena diketawai.
”Kula Jon Koplo Mbah. Sing mendheti sampah ten mriki!”
”We e-e-e… Jon Koplo ta? Tiwas tak dongakke ndang duwe bojo!”
Alhasil, karena doanya salah, Koplo pun diminta sungkem lagi untuk meralat doa yang tadi. Ada-ada saja. Kiriman Nur Aini, Jl Joko Tingkir 13, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo 57161.
Sumber:Solopos